Pemprov Sulsel Kucurkan Rp1 Triliun untuk Preservasi Jalan: 500 KM Siap Disulap Lebih Mulus

oleh -91 Dilihat
oleh

 

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) akhirnya mengunci langkah besar untuk memperbaiki kualitas infrastruktur jalan. Dengan nilai kontrak fantastis Rp1 triliun, proyek preservasi jalan resmi ditandatangani dan menjadi sinyal dimulainya pekerjaan besar-besaran yang menyasar lebih dari 500 kilometer ruas jalan provinsi.Tidak sekadar agenda rutin, langkah ini disebut sebagai manuver ambisius Pemprov Sulsel melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK), yang menjalankan proyek sebagai bagian dari skema multiyear 2025–2027. Dua paket pengerjaan Paket IV dan Paket V menjadi tulang punggung rencana raksasa ini.

Penandatanganan kontrak berlangsung di Makassar, Jumat 6 Desember, menandai dimulainya upaya Pemprov untuk menjawab keluhan publik yang selama ini dihantui kerusakan jalan dan terhambatnya mobilitas antarwilayah.

Rp1 Triliun untuk Atasi Jalan Rusak: “Prioritas Gubernur,” Tegas DBMBK

Kepala Bidang Jalan DBMBK Sulsel, Irawan, menegaskan bahwa preservasi jalan ini bukan sekadar proyek tahunan. Ia menyebutnya sebagai prioritas utama Gubernur Sulsel untuk menuntaskan persoalan jalan rusak yang kerap menjadi isu sensitif di masyarakat.

“Banyak kondisi jalan yang rusak dan menjadi keluhan masyarakat. Ini menjadi fokus kami,” ujar Irawan.

Rincian Kontrak: Paket IV dan V Sasar Wilayah Tengah Sulsel

Proyek raksasa ini memecah pekerjaan ke dalam dua paket besar:

🔹 Paket IV – Rp615,6 Miliar (286,80 KM)

Menyasar jalur strategis di:Barru Soppeng Wajo Bone Ini adalah ruas-ruas vital yang selama ini menjadi penghubung utama lintasan ekonomi dan aktivitas masyarakat.

🔹 Paket V – Rp383,5 Miliar (218,75 KM)Meliputi wilayah: Bone Barru Soppeng Pangkep Total kombinasi dua paket: lebih dari 500 KM jalan provinsi siap dipoles menjadi lebih aman dan nyaman.Irawan menegaskan bahwa fokus utama ada di wilayah tengah Sulawesi Selatan, seperti Soppeng, Wajo, dan Bone jalur yang selama ini menjadi “penyelamat ekonomi” masyarakat namun kondisinya memprihatinkan. Ruas Strategis Jadi Prioritas:  Fokus di Jalur Poros Bone – Wajo – Soppeng Sejumlah ruas jalan yang sering jadi “biang kerok” kemacetan dan keluhan publik akhirnya masuk dalam penanganan utama.

Ruas Prioritas Paket IV:

Pekkae – Wajo, salah satu jalur poros terpenting yang kerusakannya sering viral.Impa-Impa – Sidrap (Wajo).Solo – Peneki, jalur konektor ke jalan nasional di Luwu.Ruas-ruas ini selama bertahun-tahun menjadi titik lemah yang memperlambat distribusi barang dan mobilitas warga.

Paket V: Tangani Ruas Rusak Parah dan LHR Tinggi

Prioritas juga diberikan kepada ruas dengan tingkat Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) tinggi:Tana Batue – Sanrego – Palattae, yang sudah lama dikeluhkan warga.Ujung Lamuru – Palattae. Parigi – Bungoro (Bone–Pangkep), yang dikebut agar segera fungsional dan membuka akses baru.

“Kita lanjutkan yang belum tuntas dan fungsionalkan yang menjadi prioritas konektivitas,” tegas Irawan.

Dampak Besar untuk Ekonomi Sulsel

Proyek preservasi jalan ini diharapkan mengurai hambatan yang selama ini memperlambat arus barang dan jasa. Konektivitas antarwilayah diproyeksi meningkat signifikan, memperkuat jalur distribusi dari pesisir hingga daratan tengah Sulsel.

Dengan investasi Rp1 triliun, Pemprov Sulsel mengirim pesan kuat bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek, melainkan strategi ekonomi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber : Antara

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.